Tampilkan postingan dengan label Review Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Novel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Desember 2018

Baru Baca: Deru Gunung Gelora Cinta Usia Senja oleh Yasunari Kawabata




Karya Yasunari Kawabata yang aslinya berjudul “Yama No Oto” atau The Sound Of The Mountain ini, sebenarnya telah lama saya beli. Sempat pula saya baca beberapa bab namun karena kesibukan  satu dan lain hal di kala itu, novel ini belum sempat saya tuntaskan dan terpaksa berada dalam tumpukan buku-buku  yang “mungkin” tidak akan pernah saya baca sampai selesai. Baru 1-2 tahun kemudian, diwaktu yang luang (membutuhkan kurang lebih semingguan) saya mencoba  untuk “benar-benar” membaca salah satu novel terpanjang karya  sastrawan Maestro dari Jepang  ini.

Alur ceritanya berjalan dengan lambat, mengisahkan tentang kehidupan sebuah keluarga biasa di kota Tokyo lengkap dengan setiap permasalahan yang mereka hadapi, Sepintas permasalahan-permasalahan ini tampak klise dan umum, namun justru lewat pembahasan, sikap dan tindak tanduk para pelaku-nya sepanjang novel ini, penulis mengajak kita untuk menyoroti isu-isu sosial yang terjadi dikala itu, masa modernisasi dan kebangkitan sesudah era perang (berdasarkan tahun penulisannya antara tahun 1949-1954, mungkin perang yang dimaksud adalah Perang Dunia II).

Selasa, 03 Januari 2017

Baru baca: Memories Of My Melancholy Whores oleh Gabriel Garcia Marquez


Policy And Disclaimer
   

                                                          




Tentang Gabriel Garcia Marquez, beliau adalah salah seorang pionir sastrawan Amerika latin, menulis adikarya-adikarya nya dalam  bahasa Spanyol. Peraih penghargaan nobel dalam bidang litelatur di tahun 1982, karyanya dianggap kaya akan perpaduan antara unsur imajinasi, konflik maupun budaya kemasyarakatan. Tema utama yang sering diangkat adalah tentang kesendirian dan keterasingan. 

Bagi saya sendiri karya seorang Gabriel Garcia Marquez cukup unik dan menarik sebab ketika  memaparkan suatu ilustrasi kejadian, beliau akan  mengisahkan semua alur-nya sesuai fakta apa adanya tanpa berusaha untuk dipoles maupun ditutupi-tutupi.  Hal-hal yang sensitif semacam pandangan politik, perang dan pertempuran, hingga hubungan inses, perkelaminan dengan wanita dibawah umur, pelacuran dan perselingkuhan dibahas sedemikian lugas secara wajar nan manusiawi.

Sejauh ini saya baru sempat membaca dua karya beliau yang satu adalah sebuah novel dalam bahasa Inggris terjemahan Edith Grossman berjudul  “Love in the time of Cholera” serta karya tulis terakhir beliau Memoria de mis putas tristes / Memories of My Melancholy Whores yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh penerbit  Selasar Surabaya, dengan judul Kenangan perempuan penghibur yang melankolis. Sebuah  karya Novella, lebih panjang dari sebuah cerpen namun terlalu pendek untuk disebut sebagai Novel.

Senin, 24 Oktober 2016

Baru baca: Uesugi Kenshin : Daimyo Legendaris dari Kasugayama oleh Eiji Yoshikawa






Paling tidak ada lima kali gelar pasukan dan pertempuran yang terjadi di wilayah Kawanakajima antara pasukan pendukung Takeda Shingen dan pasukan dibawah kepemimpinan Uesugi kenshin. Sebagian kalangan ada juga yang berpendapat bahwa sebenarnya telah terjadi enam kali periode pertempuran antara pasukan negeri Kai dan provinsi Echigo di kawasan itu (dengan menambahkan pertempuran di sekitar danau Nojiri, pada tahun 1968).

Kendati demikian, semua pihak sepakat bahwa pertempuran yang terjadi di tahun 1561 adalah peristiwa pertempuran yang paling agung, paling dramatis dan paling layak untuk terus menerus dikisahkan. Inilah puncak pertempuran antara Takeda Shingen dan Uesugi Kenshin mereka saling mengadu seluruh ilmu dan pengalaman mereka selama ditempa dalam berbagai medan tempur. Kedua belah pihak saling melancarkan strategi perang tingkat tinggi. Berniat untuk melakukan sebuah pertempuran yang terakhir untuk selamanya, yang berarti sang Naga dan sang Harimau harus berduel satu lawan satu untuk menentukan siapa pemenang sejati.

Pada akhir perang ini, bila ditilik dari segi kuantitas, Takeda Shingen-lah yang akhirnya dianggap memenangkan pertempuran ini, namun jika diamati dari segi kualitas Kenshin dan pasukannya bisa dianggap sebagai pemenang sebab mereka berhasil menaklukkan sejumlah jenderal andalan pasukan klan Takeda. (termasuk adik kandung Shingen, Takeda Nobushige) Kerugian yang diderita kedua belah pihak pada akhir pertempuran-pun cukup signifikan. Sejumlah data dan analisa menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa di  pertempuran ini, jauh diatas jumlah semua korban –korban pertikaian lain yang terjadi selama masa Sengoku.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Baru Baca: Shinsu Tenma Kyo oleh Eiji Yoshikawa

Policy and Disclaimer



Ada pendapat yang menyatakan, jika ingin mempelajari situasi dan kebudayaan pada masa tiga kerajaan di Tiongkok  (184 masehi  - 280 masehi) secara mudah, bacalah Romance Of Three Kingdom (三國演義) karya Luo Guanzhong (羅貫中), meski novel ini bisa dikatakan 70% fiksi dan 30% fakta, namun dinilai mampu mengisahkan sifat-sifat ksatria para tokohnya secara detail serta menyajikan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di masa itu secara lengkap. (Novel Romance Of Three Kingdom sendiri di dasarkan pada catatan sejarah, seorang ahli sejarah jaman dinasti Jin (晉朝) 265 masehi  - 420 masehi, Chen Shou (陳壽) yang telah digubah oleh sastrawan Pei Songzhi ( 裴松之))


Sementara untuk mengetahui era Sengoku (戦国時代) di Jepang (1467 masehi – 1603 masehi), yang lazimnya dipakai sebagai rujukan adalah karya-karya novelis Eiji Yoshikawa (吉川 英治). Umumnya kita hanya mengenal Taiko (新書太閣記 ) ( kisah Toyotomi Hideyoshi (豊臣 秀吉) yang berawal sebagai tukang kuda untuk Oda Nobunaga(織田 信長) hingga menjadi seorang Shogun, penguasa seluruh wilayah Jepang dibawah kaisar) serta Musashi (kisah samurai legendaris Minamoto Musashi (宮本武蔵 ) ) sebagai karya beliau. Padahal diluar dua karya itu, Eiji Yoshikawa sebagai seorang penulis novel bergenre sejarah yang produktif juga beberapa kali mengisahkan tentang kejadian-kejadian dan tokoh-tokoh dijaman Heike (Zaman  sebelum era Sengoku) serta menceritakan kembali dua kisah yang paling fenomenal di Tiongkok yaitu tentang kisah tiga kerajaan dan kisah pintu air (water margin / 水滸傳).

Senin, 22 Agustus 2016

Baru Baca: Ketika Cinta Berbuah Surga oleh Habiburrahman El Shirazy

Policy and Disclaimer


Tiba di kota Solo pada tanggal 21 Agustus 2016 jam 16.30 WIB, dengan penampilan mirip seperti dahulu Alm. Liem Sioe Liong, untuk pertama kali-nya datang dari Fujian ke Indonesia, hanya berbekal kaos yang menempel di tubuh dan DOMPET tentu-nya (Bagasi sudah dititipkan ke saudara yang kebetulan juga pulang  dari Semarang ke Madiun via kendaraan pribadi) Awalnya ingin langsung melanjutkan perjalanan dengan kereta yang berangkat 17.30 WIB, namun manusia hanya bisa berencana, Langit jua yang akhirnya menentukan.....

Karena kebetulan ini hari minggu dan masih termasuk rangkaian liburan hari kemerdekaan sejak tanggal 17 agustus lalu. Saya-pun kehabisan tiket, dan baru bisa pulang dengan kereta api yang berangkat pukul 22.00 WIB malam.

Lantas, selama kurun waktu kurang lebih 4 jam kedepan ini, saya mau ngapain? Daripada mati kebosanan di stasiun, saya pergi ke mall Paragon sekalian cari makan malam dan mampir ke gerai Togamas, untuk membeli sebuah buku “ringan” yang bisa  dibaca sambil menunggu waktu keberangkatan. Seperti biasa ada beberapa judul yang menarik di rak dan saya memutuskan membeli buku ini.

                                                  

Minggu, 19 Juni 2016

Baru Baca: Rivers OF Stars Oleh Guy Gavriel Kay






Hujan berhenti ketika aku berdiri di dataran yang luas.
Aku melihat langit yang cerah dan meneriakkan teriakan seorang kesatria.
Medan pertempuranku telah mencapai empat ribu delapan ratus kilometer.
Kita tidak boleh hanya berpangku tangan atau kita akan menjadi tua dengan penuh penyesalan.
Rasa malu Hanjin akan tetap hidup.
kapankah kesedihan rakyat kaisar akan berakhir?
Mari kita menunggang kuda dan membawa busur kita.
Untuk membunuh kaum barbar.
Mari kita mengembalikan kejayaan Kitai di masa lalu,
Merebut kembali semua sungai dan gunung kita,
Lalu mengucapkan janji setia kepada kaisar yang mulia.

Kamis, 05 Mei 2016

Baru Baca: Ford County Oleh John Grisham


Policy and Disclaimer

Buku ini berisi 7 cerita lepas, yang masing-masing mengisahkan tentang peristiwa-peristiwa yang meski langka namun bisa dialami siapa saja dalam sebuah kota fiksi bernama Ford Country (konon terilhami dari Yoknapatawpha County –nya, William Faulkner).Wilayah Ford County sempat beberapa kali dijadikan latar tempat dalam karya-karya novel John Grisham (A Time to Kill, The Summons, The Chamber, The Last Juror dan Sycamore Row).


Sabtu, 27 Februari 2016

Baru baca: Imperium oleh Robert Harris

Policy and Disclaimer


Kebanyakan dari kita mengetahui perihal peradaban Romawi hanya dari pengenalan dasar sewaktu kita disekolah, entah lewat Subjek mata pelajaran Sejarah, Anthropologi dan Sosiologi mungkin sedikit juga disebut dalam pelajaran Fisika, Kimia dan Biologi serta Agama. Sayangnya semua itu hanya berupa potong-potongan kecil. (memang tidak mungkin bisa dihadirkan secara utuh, sebab Romawi sendiri adalah sebuah peradaban tua dan raksasa yang turut andil membentuk peradaban-peradaban lainnya di Benua Eropa, Asia dan Afrika.)

Dari kisah pengantar tentang “jaman Romawi kuno” ini, kita paling-paling hanya akan mengetahui bahwa pernah hidup di sana, di jaman itu, seorang tokoh bernama Marcus Licinius Crassus, yang disebut sebagai orang terkaya di dunia, pada masa itu (bahkan sampai sekarang), lebih jauh lagi jika cukup beruntung,Kita mungkin bisa dapat mempelajari sebuah fakta: bahwa kesatuan pemadam kebakaran merupakan ciptaan beliau, dan sekaligus ironis saat mengetahui betapa tim Pemadam kebakaran versi Crassus ini awalnya justru merupakan pasukan teror, yang digunakan untuk kepentingan akusisi sebuah kawasan properti dengan harga murah.

Ada tokoh lagi yang disebut Pompeius Magnus, jika mau kita analisa secara netral merupakan seorang pahlawan dan tokoh yang paling kompeten di masa-nya. Hanya sayang, takdir tak pernah benar-benar memihaknya. Akibat intrik politik serta kalah dalam peperangan, beliau harus melarikan diri ke mesir dengan mengenakan pakaian wanita, sebelum akhirnya dipenggal oleh penguasa disana. (dikisah-kisah kemudian hari, sang jenderal besar ini seringkali disudutkan dan diceritakan sebagai pihak antagonis….)

Tokoh yang paling dikenal tentu saja adalah Gaius Julius Caesar, tokoh paling ambisius di jamannya, dengan kutipan kata favoritnya Veni, Vidi, Vici (Aku datang, aku lihat, aku menang) yang juga merupakan pencipta sistem perhitungan kalender masehi yang masih kita gunakan hingga sekarang (sebenarnya beliau juga layak dicatat sebagai salah satu leluhur yang menurunkan garis dinasti kekuasaan Julian – Claudius, dimulai dari Octavian Augustus, putra-nya Tiberius dan kemudian si gila Caligula, jenderal Claudius, sampai diakhiri oleh si biadab Nero Germanicus), Julius Caesar seorang playboy tampan yang kemudian terlibat dengan Cleopatra. Berperan dalam pembubaran Republik dan menjadikan Roma kembali sebagai suatu Monarki.

Jumat, 26 Februari 2016

Kebijakan menyoal artikel review di blog ini.....

Dalam me-review saya tidak akan merepotkan diri dengan menulis rangkuman sinopsis. Silahkan baca atau tonton jalinan kisah itu sendiri. Secara utuh, secara asli. Menurut saya ini akan lebih menarik! Dan bukankah hal ini merupakan nikmat dan fitrah dari sebuah kegiatan “Membaca buku”?

Tapi jika anda sekalian terlalu malas, meski sedikit mengecewakan. Tetapi itu tentu itu merupakan hak anda sepenuhnya, silahkan cari sendiri sinopsis – sinopsis buku dan mungkin film yang saya review via situs pencarian, seperti Yahoo! dan Google, yang jelas tidak di Blog ini, karena jika beruntung-pun anda cuman akan membaca potongan-potongan spoiler-nya.

Saya juga hanya akan membahas menyoal alur, latar, karakter, isi halaman dan lain sebagainya itu secara eksplisit. Sebatas saya anggap perlu dan relevan. Sungguh saya memahami tentang teori dasar dan yang berlaku umum bahwa dalam me-review suatu konten buku dan film memang harusnya hal-hal  yang saya sebutkan diatas itu memang wajib dijabarkan. Akan tetapi beribu maaf, Kompetensi maupun  minat saya sama sekali tidak tertuju kearah sana.

 Anggaplah “review” ini sifatnya abal-abal. Dari awal cuman bertujuan untuk membagikan perasaan saya, hasil dari berinteraksi dengan unsur-unsur estetika yang saya dapat dari buku atau film itu, tentang apa yang coba disampaikan dan tersampaikan, tentang hal-hal baru  apa yang mungkin saya dapat dari karya tersebut, lebih semacam apresiasi dari suatu karya. Cuman sebatas itu….

Jumat, 12 Februari 2016

Baru Baca: The Choice (pilihan) Oleh Nicholas Sparks




Policy and Disclaimer

                              How Far Will You Go For Love? 

Ini merupakan karya kedua Nicholas Spark yang saya baca, setelah The Nights in Rodanthe, Memang bukan karya-karya besar yang bersangkutan seperti The Notebook, Message in a Bottle, Safe Haven dan sebagainya. Hal inilah yang agaknya juga membuat apresiasi saya terhadap karya-karya beliau  masih terkesan skeptis.

Saya selalu terheran-heran, mendapati bahwa novel-novel karya beliau bisa memperoleh sejumlah penghargaan literatur dan seringkali diadaptasi menjadi sebuah film. Sejauh ini, menurut pendapat saya pribadi karya seorang Nicholas Spark ngga lebih dari novel-novel kategori Harlequin yang dari awal membaca saja sudah bisa ditebak akhir ceritanya, dengan karakter-karakter yang juga bisa dikatakan too perfect to be true. (Tak lupa disisipi adegan Bercinta yang lagi-lagi terlalu banyak menghamburkan kata-kata puitis dan detail-detail indah). Kalo-pun ada keistimewaan, anggaplah bahwa seorang Nicholas Spark mampu mengali sedikit lebih dalam dan terkadang “berani” memberi akhir kisah yang ngga selalu happily ever after bagi semua pihak.