Tampilkan postingan dengan label Review Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Film. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Februari 2016

Kebijakan menyoal artikel review di blog ini.....

Dalam me-review saya tidak akan merepotkan diri dengan menulis rangkuman sinopsis. Silahkan baca atau tonton jalinan kisah itu sendiri. Secara utuh, secara asli. Menurut saya ini akan lebih menarik! Dan bukankah hal ini merupakan nikmat dan fitrah dari sebuah kegiatan “Membaca buku”?

Tapi jika anda sekalian terlalu malas, meski sedikit mengecewakan. Tetapi itu tentu itu merupakan hak anda sepenuhnya, silahkan cari sendiri sinopsis – sinopsis buku dan mungkin film yang saya review via situs pencarian, seperti Yahoo! dan Google, yang jelas tidak di Blog ini, karena jika beruntung-pun anda cuman akan membaca potongan-potongan spoiler-nya.

Saya juga hanya akan membahas menyoal alur, latar, karakter, isi halaman dan lain sebagainya itu secara eksplisit. Sebatas saya anggap perlu dan relevan. Sungguh saya memahami tentang teori dasar dan yang berlaku umum bahwa dalam me-review suatu konten buku dan film memang harusnya hal-hal  yang saya sebutkan diatas itu memang wajib dijabarkan. Akan tetapi beribu maaf, Kompetensi maupun  minat saya sama sekali tidak tertuju kearah sana.

 Anggaplah “review” ini sifatnya abal-abal. Dari awal cuman bertujuan untuk membagikan perasaan saya, hasil dari berinteraksi dengan unsur-unsur estetika yang saya dapat dari buku atau film itu, tentang apa yang coba disampaikan dan tersampaikan, tentang hal-hal baru  apa yang mungkin saya dapat dari karya tersebut, lebih semacam apresiasi dari suatu karya. Cuman sebatas itu….

Sabtu, 16 Januari 2016

Baru nonton: Christmas Rose (聖誕玫瑰) (2013)




Policy and Disclaimer

http://www.imdb.com/title/tt2928084/

Penjiwaan aktor standart, garis besar plot mudah ditebak sejak awal. Mencoba menghadirkan unsur misteri tapi bisa dikatakan "garing".Keseluruhan lebih terkesan sebagai film drama sama sekali kurang dari segi mistery apalagi Thriller. Bahkan bunga-bunga kertas itu, meski difungsikan sebagai obyek utama, dan bahkan didampuk sebagai kunci penyelesaian seluruh "kasus" tidak memberikan kesan yang mendalam (seperti Obyek jari dalam film independen Cin(t)a karya Sammara Simanjuntak maupun "perahu kertas" dari film adaptasi Perahu kertas oleh Hanung, yang mampu menjadi identitas bagi film tersebut)

Ini tentang Aaron kwok yang lagi-lagi berperan sebagai seorang penegak hukum, kali ini sebagai Jaksa penuntut sama seperti dalam film  Silent Witness (2013) dandanan sekilas tampak sama, bahkan set dalam ruang sidang sama, jika-pun ada yang membedakan di Silent Witness si Aaron Kwok disebut sebagai jaksa penuntut Tong Tao di Christmas Rose beliau-nya disebut jaksa penuntut Tim Chan :v